Detail Cantuman Kembali
optimasi desain dan biaya produksi sistem pipa fuel oil dan lubricating oil pada kapal perintis 1200 GT
Sistem perpipaan pada kapal adalah mengalirkan fluida cair maupun gas dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan mempertimbangkan temperatur dan tekanan yang dialirkan, lokasi serta pengaruh lingkungan sekitar. Material pipa merupakan bagian dari sistem yang berada di kapal. Penentuan jenis-jenis material pipa terjadi pada saat kontrak pembangunan kapal antara Owner dengan pihak galangan. Di Indonesia pembangunan kapal baru biasa dilakukan di beberapa galangan. Sehingga sering terjadi perbedaan pengadaan material khususnya pada pembangunan sister ship,sehingga menyebabkan perbedaan akan kebutuhan material antara satu galangan dengan galangan lain. Penelitian mengenai optimasi penggunaan material pipa diperlukan guna untuk menunjang keuntungan yang diperoleh pihak galangan dengan menekan biaya produksi berupa material pipa tersebut. Dengan mereduksi besaran head losses pada sistem perpipaan di kapal, semakin banyak kebutuhan fitting pada sistem perpipaan maka akan semakin besar harga loses, dan semakin besar pula harga biaya material khususnya fitting. Sehingga akan merugikan pihak Owner. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan mengedepankan desain system perpipaan, khususnya pada system fuel oil dan lubrication oil dengan memperhitungkan serta menganalisa tingkat losses yang terjadi dengan bantuan software Auto-CAD. Maka didapatkan berapa biaya produksi yang tepat pada system perpipaan tersebut untuk digunakan sebagai acuan dalam proses pembangunan kapal perintis 1200 GT. Pada desain pipe arrangement pipa baru kebutuhan material pipa pada sistem fuel oil dan lubrication oil dapat dioptimalkan, pada sistem fuel oil service sebesar 18,5%, pada sistem fuel oil drain sebesar 14,7% dan pada sistem lubrication oil sebesar 29%. Pada desain pipe arrangement pipa baru, besaran head losses pada pipa sistem fuel oil dan lubrication oil dapat dioptimalkan. Pada sistem fuel oil service sebesar 8,6%, pada sistem fuel oil drain sebesar 66,5% dan pada sistem lubrication oil sebesar 48,9%. Sedangkan pengaruh pada segi biaya produksi khususnya untuk biaya material terpasang adalah penghematan sebesar Rp. 3.844.700,- atau sebesar 2,49%.
621.18.12 Tau o
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
v, 53 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







